SHARE

Pada hari Selasa malam waktu Israel, sekelompok hacker berhasil mengambil alih salah satu stasiun televisi di Israel yakni Israeli News Channel 2 untuk menayangkan Adzan selama beberapa saat. Aksi ini dilakukan dalam rangka protes terhadap draf rancangan Undang Undang yang mengatur pembatasan suara Adzan dari masjid.

Sekelompok hacker tersebut berhasil masuk kedalam siaran stasiun televisi tersebut dan mengacaukan jalur transmisinya setelah sebelumnya berhasil mengambil alih satelitnya. Menurut media Israel, sekelompok hacker tersebut berasal dari Arab Saudi.

Sebelumnya pada bulan November, perwakilan dari Knesset (Parlemen Israel) telah memberikan persetujuannya untuk draf rancangan Undang Undang tersebut yang berisi pelarangan terhadap pemimpin agama menggunakan loudspeaker untuk memanggil jemaahnya.

Draf rancangan Undang Undang ini juga sebelumnya mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dimana dia menyatakan bahwa ada cukup banyak warga Israel yang mengeluh kepadanya karena merasa terganggu dengan suara Adzan yang berasal dari Masjid.

Sebagian warga Israel yang berada di wilayah utara yang menyaksikan televisi melalui siaran satelit melaporkan bahwa pada hari Selasa sore mereka melihat acara televisi tersebut tiba-tiba diganti menjadi siaran suara Adzan.

Sekelompok hacker tersebut juga menyisipkan pesan dalam bahasa Ibrani dalam siaran tersebut yang artinya kurang lebih “Hukuman dari Tuhan” dan “Api yang membakar hati”

Referensi:
On Tuesday night, a group of unknown hackers took control of the Israeli TV broadcast Channel 2 and played Muslim call to prayer
Israeli ministers to ban use of speakers for Muslim call to prayer due to ‘noise pollution’

Berikan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.