SHARE

Sebelumnya kita telah membahas OSI Layer, dimana layer ke-empat adalah layer transport. Terdapat protokol yang berada pada layer tersebut, yaitu UDP (User Datagram Protocol) dan  TCP (Transmission Control Protocol). Kedua protokol ini sangat penting terutama jika kita ingin membangun sebuah jaringan. Sebelumnya kita akan membahas perbedaan kedua protokol tersebut.

Perbedaan TCP dan UDP

Perbedaan TCP UDP
Jenis Koneksi Connection-oriented : semua paket data yang dikirimkan akan diperiksa kembali. Jika terdapat informasi yang hilang / tidak sesuai dengan paket yang dikirimkan, maka paket data akan dikirimkan kembali. Connectionless : semua paket data dikirimkan tanpa adanya pengecekan hingga semua data sampai ke tujuan. Hal ini menyebabkan, jika ada informasi yang hilang akan diabaikan.
Basis koneksi Connection based : pengiriman paket data melalui internet dari satu komputer ke komputer lain. (dalam jaringan) Not connection based : paket data akan langsung dikirimkan ke tujuan. (host-to-host tidak dalam jaringan TCP/IP)
Penggunaan Cocok untuk aplikasi yang memerlukan keandalan tinggi dengan waktu yang kurang cepat. Cocok untuk aplikasi yang membutuhkan transmisi cepat, efisien dan mengijinkan adanya sedikit informasi yang hilang.
Contoh aplikasi / port* Telnet, FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

Game, DNS (Domain Name System), SNMP (Simple Network Management Protocol), Remote Procedure Call (RPC), Lightweight Directory Access Protocol (LDAP)

Overhead* Digunakan untuk memaksimalkan performansi. Membutuhkan overhead yang lebih kecil.
Ukuran header 20 byte 8 byte
Pembuatan koneksi Membutuhkan three-way-handshake*. Tidak membutuhkan pembuatan koneksi.
Keandalan (reliability) Data terjamin akan sampai sesuai urutannya dan tidak ada data yang hilang (utuh). Tidak terjamin data akan sama persis dengan yang dikirimkan.
Besar paket Dapat mengijinkan transfer dengan data yang besar per paketnya. Hanya mengijinkan transfer data untuk data kecil per paketnya.
Keamanan Menawarkan keamanan yang lebih baik untuk spoofing attack. Tidak dapat menawarkan keamanan pada data yang dikirimkan.
Data flow control*  Memiliki flow control.  Tidak memiliki flow control.

*Port: berfungsi sebagai jalur (socket) untuk berkomunikasi antar client. Port public berada pada nomor 1 – 49151, sedangkan private port berada pada nomor 49152 – 65535. Saat komunikasi antar server dan client terjadi, client akan menggunakan random private number. Sedangkan server port number selalu tetap sesuai service yang diberikan.

*Overhead: kelebihan atau waktu perhitungan tidak langsung dari memori, bandwith, atau sumber daya lain yang digunakan saat transmisi terjadi.

*Three-way-handshake: procedure sebelum melakukan transfer data pada TCP. Prosedure ini terdiri dari tiga segmen. Pertama, client akan mengirimkan paket SYN (synchronize) ke server sebagai request koneksi. Kedua, jika server telah menerima paket SYN, maka server akan mengirimkan SYN/ACK (synchronize/acknowledge) ke client. Ketiga, jika client telah menerima jawaban dari server maka client akan mengirimkan ACK (acknowledge) sebagai jawaban untuk server. Setelah ketiga proses ini terjalin, maka koneksi dapat terbentuk dan transfer data dapat dilakukan.

three-way-handshake

*Flow control: memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu secara terus menerus. Flow control bertujuan untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu dan menghambat lalu lintas data.

TCP dan UDP memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dari perbedaan yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa:

  1. TCP lebih bagus digunakan untuk pengiriman paket data yang besar, dengan keamanan yang bagus, meskipun membutuhkan waktu yang lama.
  2. UDP lebih bagus digunakan untuk pengiriman paket data kecil yang mengutamakan kecepatan transfer data, meskipun keamanan dan keutuhan paket diabaikan.

IP (Internet Protocol Address) merupakan angka biner yang dipakai sebagai pengalamatan (pengenal) untuk tiap computer dalam jaringan internet. Terdapat dua jenis IP, IPv4 dan IPv6. Perbedannya hanya pada host yang dapat ditampung dalam IPv4 dan IPv6. IPv4 terbagi menjadi lima kelas, kelas A, B, C, D dan E. Di dalam IPv4 kelas A, B dan C terdapat IP pivate yang sudah ditentukan. Biasanya IPv4 kelas D dan E digunakan untuk penelitian.

Referensi:
Difference TCP vs UDP

1 COMMENT

Berikan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.