SHARE

Di kutip dari laman web Wikipedia, “Steganography” berarti seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Kata “steganografi” berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis”.

Sejarah Steganography

Kata Steganography berasal dari karya tulis pada abad ke-15 tepatnya pada tahun 1499 yang disebut Steganographia buatan kepala biara Jerman bernama Johannes Tritemius. Buku ini memiliki 3 jilid yang berisi tentang sihir, namun buku ini juga berisi informasi yang dienkripsi, jadi buku ini sendiri adalah sebuah Steganography.

sumber gambar: wikipedia

Salah satu contoh steganography pada masa lalu adalah suatu praktik menyembunyikan suatu informasi yang dilakukan pada zaman Yunani kuno oleh Histiaeus yang mendapat tugas dari raja Persia saat itu untuk menyampaikan pesan secara diam – diam dengan cara men-tatto sebuah pesan di kepala seorang budak yang rambutnya telah dicukur habis, lalu mengirim budak tersebut ke orang yang dituju di saat rambut budak tersebut telah tumbuh lebat. Orang – orang Yunani pada masa itu juga melakukan hal yang sama dengan menuliskannya di perut kelinci.

Pada zaman modern praktik Steganography ini dilakukan dengan cara menyembunyikan suatu pesan atau file di dalam sebuah gambar, rekaman suara/lagu maupun video dengan menggunakan suatu software.

Dalam membuat Steganograpy harus diperhatikan aspek – aspek berikut:

  • Fidelity, mutu citra penampung tidak jauh berubah, setelah penambahan data rahasia, citra hasil steganografi masih terlihat dengan baik. Pengamat tidak mengetahui kalau didalam citra tersebut terdapat data rahasia.
  • Robustness, data yang disembunyikan harus tahan terhadap manipulasi yang dilakukan pada citra penampung “seperti” pengubahan kontras, penajaman, penempatan, penambahan noise, perbesaran gambar, pemotongan “cropping”, enkripsi dan sebagainya” bila pada citra dilakukan operasi pengolahan citra maka data yang disembunyikan tidak rusak.
  • Recovery, data yang disembunyikan harus dapat diungkapkan kembali “recovery” karena tujuan steganografi adalah data hiding maka sewaktu-waktu data rahasia di dalam citra penampung harus dapat diambil kembali untuk digunakan lebih lanjut.

Steganography dan Cryptography

Secara fungsi steganography sebenarnya adalah salah satu cara melakukan kriptography, sehingga steganography dapat dianggap sebagai pelengkap kriptography (bukan pengganti). Perbedaan dengan kriptography adalah:

  • Steganography menyembunyikan keberadaan suatu pesan atau informasi di dalam suatu media (gambar, suara, video, dll) dengan tujuan menghindari kecurigaan adanya pesan pada suatu objek.
  • Kriptography adalah menyembunyikan isi sebenarnya dari suatu pesan yang terlihat. Dengan tujuan agar pesan tidak dapat dibaca dan hanya dapat dibaca oleh orang tertentu yang dapat men-decrypt-nya.

Tipe-tipe Steganography

Dikutip dari laman web UK Essay, ada 2 tipe cara menyembunyikan suatu pesan, yaitu Least significant bytes dan Injection.

Ilustrasi – sumber gambar: chenyumin.com

Dalam tipe Least significant bytes adalah pada suatu file atau image dibuat ada sebagian kecil bytes yang tidak dibutuhkan atau paling tidak penting (Least important). Jumlah bytes tersebut dapat diganti dengan suatu pesan tanpa merusak atau mengubah file aslinya. Dengan cara ini pun kapasitas ukuran file tersebut pun tidak berubah dari sebelum disisipi pesan rahasia dan setelahnya.

Tipe Injection adalah dengan memasukan suatu pesan rahasia ke dalam suatu file maupun gambar dengan menggunakan cara – cara tertentu bisa dengan software steganography maupun dengan mengubah isi dari gambar atau file. Tapi cara ini dapat menambah kapasitas ukuran dari file atau gambar asli tergantung dengan pesan yang dimasukkan.
Steganography Image

Steganography Image

Steganography image yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan menggunakan software. Berikut ini contoh melakukan steganography dengan menggunakan software SSuite Picsel Encryption yang dapat diunduh dari laman web CNET

Pertama, klik bagian “open original image” untuk memilih gambar yang akan di jadikan media Steganography.

Kedua, klik “message” untuk memasukan pesan berformat .txt

Langkah pertama – sumber: dok pribadi

Ketiga, klik “encrypt image” untuk mengenkripsi pesan ke dalam original image. Tampilan akan berubah menjadi seperti pada gambar dibawah

Keempat, klik “save image” untuk menyimpan gambar yang telah dienkrip.

Untuk mendekripsi gambar, tinggal klik “Decrypt Image” dan masukkan gambar yang akan di dekripsi.

Contoh hasil dekripsi – sumber: dok pribadi

Cara Mendeteksi Steganography

Steganography sebenarnya cukup sulit untuk dideteksi dengan mata telanjang, malahan bisa dibilang mustahil dikarenakan tidak ada perbedaaan yang terlihat pada suatu objek atau media yang digunakan untuk menyembunyikan suatu pesan. Cara paling mudah untuk mendeteksi apakah suatu media mengandung steganography atau tidak adalah dengan melihat pattern yang ada pada Hex gambar tersebut atau detail isi pada gambar. Gambar asli dan belum berubah atau tidak berisi steganography memiliki pattern Hex atau detail gambar yang berbeda dengan gambar yang sudah diedit atau berisi steganography. Untuk melihat detail gambar dapat menggunakan aplikasi wireshark seperti pada contoh di bawah ini.

Berikut adalah detail dari gambar super mario diatas yang dilihat menggunakan wireshark

Hasil perbandingan menggunakan wireshark – sumber: dok pribadi

Analisis

Dari gambar di atas, gambar sebelah kiri (Small-mario.png) adalah gambar tanpa steganography, sedangkan yang sebelah kanan (mario stegano.png) adalah gambar dengan steganography. Perhatikan tulisan di bawah “image Header (IHDR)” terdapat perbedaan. Pada gambar Small-mario.png, di bawah tulisan tersebut terdapat “Embedded ICC profile (iCCP)” sedangkan pada gambar mario stegano.png digantikan dengan “Textual data (tEXt)”.

Detail lebih dalam pada wireshark – sumber: dok pribadi

Detail pada bagian “Textual data (tEXt)” dapat dilihat pada gambar di atas, memperlihatkan bahwa gambar telah mengalami modifikasi dengan menggunakan suatu software. Hal ini membuktikan bahwa gambar telah mengalami modifikasi.

Referensi:
The history of steganography – Network World
Steganographia – Wikipedia
The Types And Techniques Of Steganography Computer Science Essay – UKessays
“Steganografi” Pengertian & ( Prinsip – Kriteria – Aspek – Jenis )
Comptia Security+ SY0-501 Study Guide Book
Repository Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS)
Steganography, Steganalysis, & Cryptanalysis – Spy Hunter

Berikan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.