SHARE

Hingar bingar pemilihan gubernur di Jakarta memasuki puncaknya pada tanggal pencoblosan 15 Februari 2017. Sebenarnya selama masa tenang 1 minggu sebelum pencoblosan seharusnya aktivitas kampanye sudah tidak boleh dilakukan. Namun, berbeda dengan dunia nyata, aktivitas kampanye dan saling bela paslon tetap ramai dilakukan di media sosial yang memang cukup sulit di kontrol oleh pihak berwenang.

Aktivitas pemberitaan Hoax / berita bohong yang terkadang dimuati isu SARA juga gencar dilancarkan yang oleh sebagian masyarakat langsung dipercayai sebagai fakta dan langsung disebarkan untuk membentuk opini yang menyesatkan meskipun tidak di dukung oleh data yang dapat dipercaya dan independen. Salah satu Hoax yang marak menyebar pasca pencoblosan adalah Hoax situs KPU di retas hacker.

Kabar baiknya, ada juga portal berita yang tidak ikut-ikutan latah mengkopi berita tersebut dan memberikan informasi yang menenangkan dengan mengcounter informasi tersebut dengan mengeluarkan konfirmasi bahwa berita KPU di retas adalah Hoax http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170216143806-185-193996/situs-kpu-diretas-hacker-itu-hoax/.

Menurut pantauan Vaksincom, awal mula berita Hoax ini berasal dari salah satu situs berita dengan judul :
“KPU Akui Website Mereka Diserang Hacker” (lihat gambar 1)

Gambar 1, Asal berita website KPU diserang hacker

Yang kontan langsung di kutip oleh situs-situs lain seperti

  • http://www.posmetro.info/2017/02/wow-kpu-akui-website-mereka-diserang.html
  • http://www.faktamedia.net/2017/02/kpu-akui-website-mereka-diserang-hacker.html
  • http://www.mediamuslim.org/2017/02/kpu-akui-website-mereka-diserang-hacker.html
  • http://www.sujanews.com/2017/02/bukan-hoax-kpu-akui-website-mereka.html
  • http://www.aktual.com/akui-website-diserang-hacker-kpu-berupaya-mengganggu/
  • http://www.info.cerdasta.com/2017/02/nah-lho-kpu-sendiri-akui-kalau-website.html
  • http://www.beritaislam24h.id/2017/02/kpu-akui-website-mereka-diserang-hacker.html

dan

  • http://www.gemarakyat.id/kpu-akui-website-mereka-diserang-hacker/

dengan isi yang tidak berbeda seperti pada gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2, Situs berita yang mengkopi berita dari Sindonews

Sebenarnya, isi dari berita tersebut bukanlah website KPU “berhasil” di retas oleh hacker melainkan ada usaha penyerangan / peretasan tetapi TIDAK BERHASIL.

Sebagai catatan : Adalah sangat wajar bagi setiap situs di internet bisa menjadi korban usaha peretasan, apalagi situs Komisi Pemilihan Umum / KPU yang tentu menjadi situs paling populer dimasa pilkada, tentunya banyak orang yang ingin mengakses informasi situs ini, termasuk peretas yang ingin merubah tampilan situs. Namun sampai saat artikel ini dibuat, Vaksincom memantau bahwa situs KPU masih berjalan dengan normal dan tidak ada indikasi peretasan.

Tetapi informasi yang beredar di linimasa ternyata berbeda dengan kenyataan dimana bermunculan postingan yang mencurigai adanya isu webite KPU di hack karena suara salah satu paslon melonjak (lihat gambar 3) yang mengambil sumber berita dari gambar 2 di atas.

Gambar 3, Posting di facebook yang mulai mencurigai kecurangan berdasarkan isu webite KPU di hack

Selain postingan pada gambar 3 di atas, ada beberapa postingan di linimasa Facebook yang bermuatan Hoax yang menurut pantauan Vaksincom salah satunya di awali oleh akun Facebook seperti pada gambar 4 di bawah ini.

Gambar 4, Salah satu sumber awal posting Hoax situs KPU di hack

Sebenarnya banyak data yang tidak akurat dari pembuat Hoax ini dan banyak netizen rupanya sudah cukup teliti dan mengkritisi usaha pembohongan yang dilakukan oleh pembuat posting ini (lihat gambar 5)

Gambar 5, Protes netizen atas inkonsistensi data KPU yang diklaim telah di retas

Selain akun Facebook pada gambar 4 di atas, ada akun Facebook lain yang menyebarkan Hoax dengan judul : “Server KPU di Hacker” dan mempertanyakan cybercrime, kemenkominfo dan BIN Badan Intelijen Negara. Namun tata bahasa yang digunakan berantakan dan penuh dengan kesalahan ketik seperti Kemenkominfo di tulis “kemeneninfo”, intelijen di tulis “intelejen” dan banyak typo lainnya. (lihat gambar 6 di bawah ini)

Gambar 6, Salah satu posting Hoax yang menyatakan server KPU di” hacker” ?

Yang memprihatinkan adalah, meskipun isi posting tidak berlandaskan fakta dan data yang akurat, namun sampai artikel ini dibuat posting Hoax tersebut telah di share lebih dari 4.300 kali.
Video Hacking
Selain menggunakan posting dengan gambar, pembuat Hoax juga cukup kreatif dan juga membuat video bagaimana hacking di server KPU terjadi. (lihat gambar 7)

Gambar 7, Video simulasi “hacking” server KPU oleh orang yang mengklaim Anonymous Indonesia

Pembuat video ini cukup cerdik memberikan alamat situs asli KPU sebagai contoh simulasi, jadi seakan-akan situs KPU ini dengan mudah bisa diretas. Bagi orang awam komputer, video tersebut akan terlihat sangat meyakinkan seakan-akan data di server KPU telah berhasil dirubah.

Namun bagi praktisi yang mengerti IT, hal tersebut menjadi tertawaan seperti pada komentar yang dituliskan oleh pengguna Facebook lain karena perubahan data dilakukan “hanya” pada komputer lokal (client side) yang memang mudah saja dirubah dengan perintah “inspect element” pada peramban, tidak beda dengan mengedit ketikan di MS Word. Seharusnya video hacking kalau memang benar dilakukan oleh anonymous (seperti yang diklaim pemilik akun Facebook tersebut) adalah bagaimana cara mengambil alih / merubah data di server database KPU dan bukan mengubah data di komputernya sendiri dengan “inspect element”.

Disclaimer: Tulisan ini merupakan posting ulang dari tulisan aslinya yang pertama kali dipublikasikan pada website vaksin.com dan telah mendapatkan persetujuan dari penulisnya (Alfons Tanujaya)

Sumber Tulisan asli:
KPU di Hack atau KPU di Hoax ??

Tinggalkan komentar

Berikan komentar