SHARE

Business Continuity Plan (BCP) dapat didefinisikan sebagai rencana dalam merespon keadaan darurat, operasi backup dan pemulihan pasca bencana. BCP merupakan bagian dari keamanan informasi yang memfasilitasi dan memastikan ketersediaan keberlangsungan operasional sistem perusahaan dalam situasi darurat. BCP memungkinkan mengembalikan sistem ke kondisi normal dengan cepat setelah terjadinya bencana atau peristiwa yang mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan.

https://i2.wp.com/www.provident.bank/media/1197/business-continuity-plan.jpg?resize=640%2C337&ssl=1
Sumber gambar: provident.bank

BCP merupakan perencanaan secara menyeluruh dan mendetail mulai dari bencana yang akan datang sampai pemulihan operasional bisnis setelah pasca bencana. BCP merupakan kompilasi atau kumpulan dari perencanaan lainnya seperti:

  • Disaster Recovery Plan
  • End-User Recovery Plan
  • Contigency Plan
  • Emergency Response Plan
  • Crisis Management Plan
  • Perencanaan lainnya seperti (Server Recovery Plan atau Phone System Plan)

Goal

Tujuan dari BCP adalah memperkecil efek dari bencana atau peristiwa yang menganggu operasional perusahaan dan juga mengurangi resiko kerugian. BCP juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam proses pemulihan sesegera mungkin terhadap bencana.

Disaster

Bencana yang dimaksud dalam BCP adalah semua peristiwa yang terjadi dan berpotensi menganggu jalannya keberlangsungan operasional perusahaan dari keadaan normal. Bencana dalam BCP terdiri dari dua kategori yaitu:

Man Made Disaster

Merupakan bencana yang disebabkan oleh orang baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Contohnya seperti Bom, Sabotase, Communication Failure, Demonstrasi, Salah konfigurasi dan lainnya.

Natural Disaster

Merupakan bencana yang disebabkan oleh alam. Seperti contohnya Gunung meletus, Gempa bumi, Banjir, Tsunami, Petir, Longsor dan lainnya.

Component

Terdapat beberapa komponen kunci yang dimiliki oleh BCP, berikut komponen tersebut:

Assess
Identifikasi setiap ancaman yang dapat terjadi dan dampaknya terhadap perusahaan. Penilaian ini juga mencakup waktu downtime yang dapat ditoleransi pada saat terjadinya bencana.

Evaluate
Menilai kemungkinan terjadinya ancaman dan dampak dari setiap ancaman tersebut. Penilaian ini berdasarkan seberapa besar kesempatan dan kemungkinan bencana itu terjadi.

Prepare
Mempersiapkan keberalangsungan operasional perusahan pada saat terjadi dan pasca bencana. Pada tahap ini tidak hanya perencanaan terhadap BCP, tetapi manajemen dari perencanaan tersebut, melakukan training terhadap karyawan, dokumentasi yang baik dan melakukan testing terhadap perencanaan secara periodik.

Mitigate
Identifikasi tindakan apa saja yang dapat mengurangi ancaman yang sedang berlangsung atau ancaman yang akan datang. Perencanaan ini termasuk hal-hal yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya ancaman.

Respond
Melakukan perencanaan tindakan yang diperlukan untuk meminimalisir dampak pada perusahaan ketika bencana terwujud. Respon yang cepat dan tepat dapat meminimalkan dampak bencana bagi perusahaan. Perusahaan yang telah mempersiapkan perencanaan mengenai respon terhadap bencana dapat merespon dengan cepat dari pada yang tidak memilikinya.

Recover
Tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan operasional perusahaan secepat mungkin.

Referensi:
CPNI – Business Continuity Planning
IT Handbook – Business Continuity Planning
Wikipedia – Business Continuity Planning

Tinggalkan komentar

Berikan komentar